Mewujudkan Keluarga yang SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS
Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. Dan tingginya angka perceraian di Indonesia, merupakan tertinggi se-Asia Pasifik. Data tersebut, juga memperlihatkan bahwa 70 persen perceraian itu karena gugat cerai dari pihak istri dengan alasan tertinggi adalah karena KETIDAKHARMONISAN.
Lebih Lengkapnya disini...
CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK
"Dapat uang dari BLOG itu mudah, Asal Anda tahu caranya. Saya Akan tunjukkan kepada Anda sekarang juga...CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK"
Lebih Lengkapnya disini...
Peluang Usaha Modal Kecil
"Bisnis DropShip Dengan Bonus Double plus Bisa Diwariskan Ini benar-benar bisnis impian Anda. Modal kecil cuma 30rb Anda sudah bisa langsung JUALAN mulai detik ini juga. Bisnis dropship plus-plus karena Anda akan mendapatkan bonus berganda, punya potensi PASIVE INCOME* dan bahkan bisa diwariskan. Apa yang Anda harapkan dari sebuah bisnis dropship ada disini. Tidak percaya? ..."
Lebih Lengkapnya disini...
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Agustus 2014

Amal yang Terus Mengalir Ketika Mati

0 komentar
Kita sering mendengar  para muballigh atau penceramah yang mengatakan bahwa tidak ada lagi amal yang bermanfaat bagi seseorang setelah kematiannya, kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya. Hal ini berdasarkan hadits berikut,
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا مات الإنسانُ انقطعَ عملُه إلا من ثلاثٍ: صدقةٍ جاريةٍ، أو علمٍ يُنْتفعُ بهِ، أو ولدٍ يدعو له (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Hurayrah, bahwa Rasulullah bersabda, ‘Jika manusia mati maka terputuslah amalnya, kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendoakannya’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Padahal, hadits tersebut hanyalah sekedar menyebut jumlah, tidak bermaksud membatasi hanya pada tiga amal tersebut. Dalam hadits-hadits lain, kita akan temukan bahwa selain tiga amal tersebut, masih banyak amal lain yang tetap mengalir kepada orang yang sudah mati setelah kematiannya.

Dalam kitab Syarh as-Shudur, Imam al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi menyebutkan hadits-hadits lain yang menyebut lebih dari tiga amal tersebut. Berikut adalah hadits-hadits yang dimaksud.
عن أبي أمامة، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: أربعةٌ تجري عليهم أجورهم بعد الموت: مرابطٌ في سبيل الله، ومن علّم علما، ورجلٌ تصدّق بصدقة، فأجرها له ما جرت، ورجل ترك ولدا صالحا يدعو له (رواه أحمد)

Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Ada 4 golongan yang senantiasa mengalir pahala kepada mereka setelah meninggal dunia, yaitu: orang yang berjaga untuk berjihad di jalan Allah, orang yang mengajarkan ilmu, orang yang berrsedekah jariah, dan orang yang meninggalkan anak shalih yang berdoa untuknya’. (Riwayat Ahmad)
عن جرير بن عبد الله مرفوعا: من سنّ سنّة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أجورهم شيء، ومن سنّ سنّة سيئة كان عليه وزرها ووزر من عمل بها من بعده من غير أن ينقص من أوزارهم شيء (رواه مسلم)

Dari Jarir bin Abdullah secara marfu’, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang baik, maka ia mendapatkan pahala rintisan tersebut dan setelah ia meninggal dunia ia mendapatkan pula pahala orang yang melanjutkan tradisi baik tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut. Barangsiapa yang merintis suatu tradisi yang jelek, maka ia maka ia mendapatkan dosa rintisan tersebut dan setelah ia meninggal dunia ia mendapatkan pula dosa orang yang melanjutkan tradisi jelek tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melanjutkan tradisi tersebut’ (Riwayat Muslim)
عن أبي سعيد الخدري مرفوعا: من علّم آيةً من كتاب الله أو بابا من علم أنمى الله أجره إلى يوم القيامة (رواه أبن عساكر)

Dari Abu Sa’id al-Khudry secara marfu’, Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari Kitabullah atau satu pembahasan dari suatu ilmu, maka akan mengembangkan pahalanya sampai hari Kiamat’ (Riwayat Ibnu Asakir)
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أن مما يلحق المؤمن من حسانته بعد موته: علما نشره، أو ولدا صالحا تركه، أو مصحفا ورّثه، أو مسجدا بناه، أو بيتا لإين السبيل بناه، أو نهرا أجراه، أو صدقةً أخرجها من ماله في صحته تلحقه بعد موته (رواه أبن ماجة وابن خزيمة)

Abu Hurayrah menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya di antara amal kebaikan orang beriman yang akan mengalir kepadanya setelah kematianny adalah: ilmu yang disebarluaskannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf al-Quran yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah singgah yang dibangunnya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dikeluarkannya semasa sehatnya. Semua itu akan mengalir baginya setelah kematiannya’ (Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)
عن أنس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سبعٌ يجري للعبد أجرها بعد موته وهو في قبره: من علّم علما، أو أجرى نهرا، أو حفر بئرا، أو غرس نخلا، أو بنى مسجدا، أو ورّث مصحفا، أو ترك ولدا يستغفر له بعد موته (رواه البزار وأبو نعيم)

Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Ada 7 hal yang pahalanya terus mengalir kepada seorang hamba setelah kematiannya dan ia berada di kuburnya, yaitu: orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan sungai, menggali/membuat sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf al-Quran, dan meninggalkan anak yang memohonkan ampunan baginya setelah kematiannya’ (Riwayat al-Bazzar dan Abu Nu’aim)
عن ثوبان، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: كنت نهيكم عن زيارة القبور فزوروها، واجعلوا زيارتكم لها صلاةً عليهم، واستغفارا لهم (رواه الطبراني)

Tsauban menuturkan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Dulu aku pernah melarang kalian melakukan ziarah kubur, maka sekarang lakukan ziarah kubur. Jadikan ziarah kubur kalian itu sebagai kesempatan untuk mendoakan mereka sekaligus permohonan ampunan bagi mereka’ (Riwayat at-Thabrani)

Jika kita gabungkan informasi semua hadits tersebut, maka kita dapatkan bahwa ada 13 amal yang pahalanya tetap mengalir setelah kematian, sebagai berikut:

1. Sedekah jariah
2. Ilmu yang bermanfaat buat orang lain
3. Doa (permohonan ampun) anak setelah kematian seseorang.
4. Berjaga untuk jihad di jalan Allah
5. Merintis suatu tradisi yang baik
6. Pelestarian tradisi yang baik oleh generasi berikut
7. Mewariskan mushaf al-Quran
8. Membangun masjid
9. Membangun rumah singgah untuk ibnu sabil
10. Mengalirkan sungai
11. Membuat sumur
12. Menanam pohon kurma (atau pohon lain yang buahnya/hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain atau binatang)
13. Doa dan permohonan ampun dari peziarah kubur kepada penghuni kubur.

Jadi, amal yang pahalanya akan terus mengalir setelah kematian bukan hanya tiga.

Sumber: http://bangaziem.wordpress.com/2013/09/16/bukan-hanya-tiga-amal-yang-terus-mengalir-ketika-mati/

Jumat, 11 Juli 2014

Shotul Harakah - Ini Langkahku

0 komentar


Aaa... Ini langkahku
Aaa... Terus melaju
Aaa... Ini langkahku
Aaa... Bangkitkan jihad

Ini Langkahku yang kan kuayun
Walaupun payah tak akan jera
Ini langkahku kan trus melaju
Setegar karang bangkitkan jihadku

Aral rintangan datang menghadang
Tapi syurga di bawah kilatan pedang
Hancurkan kedzaliman
Tegakkan keadilan

Pastikan langkahmu wahai pejuang
Dengan Al-Qur'an menjadi pedoman
Hembuskanlah angin pembaharuan
Karena kita khalifaturrahman


Merah Saga


Saat langit berwarna merah saga
Dan kerikil perkasa berlarian
Meluncur laksana puluhan peluru
Terbang bersama teriakan takbir

Semua menjadi saksi
Atas langkah keberanianmu
Kita juga menjadi saksi
Atas keteguhanmu

Ketika yahudi-yahudi membantaimu
Merah berkesimbah ditanah airmu
Mewangi harum genangan darahmu
Membebaskan bumi jihad palestina

Perjuangan telah kau bayar
Dengan jiwa, syahid dalam cinta-NYA


Minggu, 03 November 2013

Pribadi Tangguh

0 komentar
Berani Menulis dari catatan orang lain, hehe... sebenernya lagi males nih mau nulis apa, tapi kakak ingin berbagi dari tulisan orang lain, Tentang PRIBADI TANGGUH. Mudah-mudahan bisa di baca dan di ambil manfaatnya. Silahkan di lanjut membacanya....

Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa-apa.

Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.

Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal-hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.

Faktual dan sensitif
Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.

Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke "hati" sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Persepsikan kenyataan secara positif

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.

Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.

"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.

"Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu," kata Welty.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.

Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan. (pantangmenyerah)

Sumber: http://www.dnaberita.com/berita-89232-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh.html

Rabu, 16 Oktober 2013

SETIAP ORANG ADALAH CAMPURAN YANG UNIK

0 komentar
Sanguin yang populer dengan Koleris yang kuat merupakan campuran yang alami pertama. Mereka sma-sama mudah bergaul, optimis, dan suka blak-blakan. SaNguin yang Populer berbicara untuk kesenangan, orang kolriss yng Kuat untuk bisnis. Jika anda memiliki campuran ini, anda memiliki potensi yang paling besar untuk menjadi pemimpin. Anda adalah orang yang bisa memberikan pengarahan kepada orang lain dan membuat mereka menikmati pekerjaannya, menyukai kesenangan namun bisa mencapai tujuan, punya dorongan dan tekad, tetapi tidak mengharuskan pencapaian tujuan. Dalam segi kekurangannya campuran seperti ini menghasilkan individu yang sok berkuasa dan tidak tahu apa yang dikatakannya, orangnya yang tidak sabaran serta selalu menyela dan memonopoli percakapan.
Campuran alami kedua adalah Melankolis yang sempurna dengan Plegmatis yang Damai, kedua-duanya sama-sama introvert, pesimistis dan bicaranya lunak. Mereka lebih serius,melihat ke kedalaman situasi, dan mereka tidakmenginginkan di pusat panggung . orang Plegmatis yang damai memperlunak kedalaman orang Melankolis yang sempurna,dan orang melankolis yang sempurna menyatukan keadaan orang plegmatis yang damai. Perpaduan ini membuat pendidik besar sementara cinta kepada studi dan penelitian orang melankolis yang sempurn ditingkatkan oleh plagmatis yang damai menyesuaikan diri dengan orang lain dan menyajikan materi dengan cara yang menyenangkan.
Dari segi kekurangan atau kelemahannya yaitu dalam pembuatan keputusan karena mereka sama-sama lambat di bidang ini, dan keduanya suka menunda-nunda. Perpaduan yang selaras adalah ketika Phlegmatis yang damai mencagah melankolis yang sempurna merosot menjadi tertekan jiwanya, dn keinginan akan kesempurnan orang Phlegmatis yang Damai mendapatkan motivasi untuk bertindak orang phlegmatis yang Damai.
Watak koleris yang kuat dengan Melankolis yang sempurna adalah campuran pelengkap, perpaduan yang sesuai daan melengkapi kekurngan pada watak lainnya. Watak Koleris yang Kuat dengan Melankolis yang sempurna merupakan orang bisnis yang terbaik karena perpaduan kepemimpinan, dorongan, dan tujuan watak Koleris yang Kuat dengan pikiran analitis, sadar perincian, dan berorientasi jadwal watak melankolisnya yang semurna, ini perpaduan yang baik untuk orang pebisnis, mereka akan sukses tidak perduli berapa lama waktu yang dibutuhkan. Kalau mereka bertekad memperbaharui seorang teman hidup, mereka akan tekun sampai memperoleh produk yng sempurna. Campuran watak ini pasti, terorganisasi, dan berorentasi tujuan, mempunyai dorongan dan tekad yang paling besar dan memegang teguh suatu cita-cita untuk selamanya. Kelemahannya jika terlalu sempurna dan harus berhasil terus, kelemahannyaa jika tidak berhasilnya jadi tidak tertahankan.
Campuran pelengkap lainnya adalah sanguin yng sempurna dengan phlegmatis yang damai. Kalau koleris dengan Melankolis berorientasi kerja, berbeda dengan sanguin dan phlegmatis yang cenderung berlaku santai dan bersenang-senang. Perpaduan porsi ganda humor dengan sifat suka bergaul menjadikan watak-watak yang enak untuk dijadikan sahabat. Sifat mereka yang hangat dan santai menarik, dan dan banyak orang suka bersama mereka. Watak Phlegmatis meredakan keadaan naik dan turunnya orang sanguin yang populer, sementara kepribadian sanguin membuat ceria phlegmatis yang damai. Mereka baik dalam pekerjaan pribadi, dalam menjadi orang tua, dan dalam kepemimpinan masyarakat, sebab mereka mempunyai humor dan kepribadian memikat. Sayang sekali di kelemahannya memperlihatkan mereka sebagai orang yang malas, tanpa keinginan dan arah untukmenghasilkan apa saja yang bisa mereka hindari, dan sangat buruk mengelola keuangan. Nah disini mereka hendaknya ada yang membantu mengatur keuangannya.
Jika hasil survey, atau apa yang selama ini kita rasakan bahwa watak kita adalah termasuk yang berlawanan, jelas sekali ada banyak pertikaian batin yang sering kita rasakan.Mari kita simak pasangannya. Pertama pasangan Sanguin yang Populer dengan Melankolis yang sempurna. Dan yang kedua kolerik yang Kuat dengan Phlegmatis yang Damai.
Watak Sanguin dengan Melankolis adalah pasangan yang paling Emosional yang mana dalamtubuh kita menampung naik turunnya watak sanguin yang populer dengan trauma yang mendalam dan lebih lama dari watak melankolis yang sempurna. Sanguin berkata mari kita pergi untuk lebih banyak bersenang-senang, dan dalam perjalanan, sifat melankolis yang sempurna mengekang kemajuannya. Sanguin yang populer merencanakan untuk mengadkan pesta ulang tahun orang tuanya dengan hidangan dan acara yang meriah, dua hari sebelum acara di mulai sang melankolis yang muncul ‘ apa yang kau lakukan,berusaha mengadakan pesta yang bsar dan meriah yang banyak makan biaya? Hentikan saat ini juga.” Dia m embatalkan pesta dan beberapa waktu setelah ulangtahun ibunya terlewatkan, jiwanya merasa tertekan selama berminggu-m inggu karena telah mengecewakan orang tuanya dan itu berlangsung sangat dalam dan lama.

Hampir lupa kakak, yang di maksud pasangan disini bukan dengan orang lain tetapi yang ada dalam diri kita masing-masing. Angka pertama dengan angka kedua itulah kemungkinan besar watak dasar kita, untuk mengingat-ingat kembali coba lihat coretan kakak yang terdahulu klick lagi disini

Langkah-langkah yang kakak sarankan disini
- Pahamilah watak dasar kita yang mana
- Akui kelemahan dari watak dasar kita
- Buatlah rencana yang membuat kita lebih baik
- Mengembangkan dan m empertahankan watak kita yan g positif
- Evaluasi kelemahan diri kita
- Carilah pendapat orang lain tentang diri kita
- Mintalah bantuan dari keluarga kita untuk diri kita
- Mintalah pendapat yang jujur dari orang lain ten tan g diri kita
- Tetap berfikir positif
- Terakhir semoga kepribadian kita semakin baik dan bisa menikmati hidup ini dengan tenang, damai dan sejahtera. Sukses buat kita semua....amiinn

Sumber: Buku Personaliti plus

Senin, 29 Juli 2013

Kisah inspirasi untuk para istri dan suami

0 komentar
Kakak terharu dengan kisah cerita di bawah ini, sengaja kakak bagikan cerita ini ke temen-teman, semoga dapat di jadikan nasihat, nasihat buat kakak karena kakak sadar masih jauh untuk bisa memberikan kebahagiaan buat orang yang kakak cintai bahkan belum sama sekali...

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,

Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

Senin, 15 April 2013

Kesalahan Terbesar Suami Terhadap Istri

2 komentar
MENELANTARKAN ISTRI

Setiap suami harus memahami bahwa istri adalah amanah yang dibebankan dipundak suami dan merupakan keharusan baginya untuk memberikan nafkah sejauh kemampuannya. Suami memberi makan dan minum seba­gaimana makanan dan minumannya, memberikan pakaian sebagaimana pakaiannya dan janganlah berlaku zalim ke­padanya. Berikut ini beberapa hadits Rasulullah saw. yang menganjurkan untuk bersikap baik terhadap istri, antara lain sebagai berikut.

"Takutlah kalian kepada Allah dalam memperlakukan istri-istri kalian, sesungguhnya kalian menikahi mereka dengan amanah Allah, menghalalkan kehormatan mereka dengan kalimat Allah, dan kalian juga berkewajiban untuk memberi nafkah serta pakaian kepada mereka dengan baik." (HR Muslim)

"Cukuplah itu sebuah dosa bagi seseorang yang mengabaikan tanggung jawab terhadap orang-orang yang menjadi tanggungannya. " (HR Muslim)

Maksudnya, mengabaikan orang-orang yang menjadi tanggungan, seperti istri, anak-anak, dan orang-orang yang berada di bawah naungan tanggung jawabnya.

“Satu dinar yang kalian belanjakan dijalan Allah, satu dinar yang kalian belanjakan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kalian nafkahkan untuk fakir miskin, dan satu dinar yang kalian belanjakan untuk keluargamu, (di antara itu semua) yang lebih besar pahalanya adalah satu dinar yang kalian belanjakan untuk keluargamu” (HR. Muslim)

Kandungan hadis ini tidak bertujuan bahwa seorang suami mendapatkan pilihan untuk membelanjakan harta kepada keluarganya atau tidak membelanjakan hartanya. Akan tetapi, tidak seharusnya seorang suami membelanjakan hartanya kepada orang lain dan membiarkan keluarganya tanpa makanan dan pakaian. Hal yang fardu tentunya jauh lebih utama daripada yang sunnah, dan memberi makan kepada keluarga merupakan suatu keharusan bagi seorang suami. Rasulullah saw. bersabda,

"Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik perlakuannya terhadap keluarganya. Dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku. " (HR Tirmidzi dan disahihkannya, HR lainnya, dan disahihkan oleh al-Albani dalam silsilah hadits,)

Seorang suami yang memberikan makanan kepada ke­luarga dan membelanjakan hartanya untuk mereka akan mendapatkan pahala besar di sisi Allah swt., dalam sebuah hadits disebutkan,

"Sesungguhnya seorang muslin apabila membelanjakan harta, untuk keluarganya, kemudian dia mengharapkan ridha Allah swt. , maka dia akan memperoleh pahala seperti pahala sedekah. " " HR Muslim

Hendaklah seorang suami mengetahui bahwa istri akan lemah bila tidak memiliki harta atau makanan pokok. Oleh karena itu, keharusan bagi suami sesegera mungkin meme­nuhi segala kebutuhannya, sehingga dia dapat terhindar dari menyimpang. Karena kebutuhan wanita kepada harta dapat mendorongnya untuk melakukan penyimpangan dan kejahatan. Oleh karena itu, menafkahkan harta kepada istri adalah sebuah kewajiban kepada setiap suami dalam selu­ruh fase kehidupannya. Hal itu merupakan kewajiban ayah­nya jika dia belum menikah. Menjadi kewajiban suami jika dia sudah menikah dan kewajiban saudara laki-laki jika dia belum menikah untuk menafkahkan saudara perempuannya -- seandainya ayahnya sudah meninggal dunia atau sudah tidak mampu lagi menafkahkannya.

Begitulah yang sebenarnya, Islam tidak mengharuskan seorang wanita membiayai dirinya sendiri, karena seorang istri mudah sekali mendatangkan fitnah. Ketika undang- undang barat meniadakan kewajiban menafkahi anak yang sudah berusia delapan belas tahun ke atas, maka banyak gadis-gadis yang menyeleweng menjadi wanita penghibur sehingga terjadilah dekadensi moral di tengah kehidupa masyarakat. Sungguh Islam telah membentengi wanita, dan memeliharanya dari kehancuran moral sejak Islam mewajibkan kepada keluarga dan kerabatnya untuk memberikan nafkah kepada saudara perempuannya.

Atas dasar ini semua, termasuk dosa besar jika seorang suami mengabaikan untuk memberikan nafkah kepada istrinya, karena dia telah melalaikan kewajiban yang telah diamanatkan agama terhadap istrinya.

MEMUKUL dan MENGHINA ISTRI

Rasulullah saw. Pernah ditanya, apa kewajiban seorang suami terhadap istrinya ? beliau menjawab,

"(Kewajibannya adalah) Memberi makan kepada istrinya apabila dia makan, mengenakan pakaian kepadanya jika dia memakai baju, tidak menghinanya, tidak  memukul kecuali pukulan yang tidak membahayakan, dan tidak juga meninggalkannya kecuali di dalam rumah.” ( HR Abu Dawud, an-Nasa'i, dan Ibnu Maajah, dengan sanad yang baik.)

Dalam riwayat Ibnu Maajah Rasulullah saw. mengata­kan, "Tidak memukul dan menghinanya."

Maksud kata tidak menghina adalah sang suami tidak mengeluarkan sumpah serapah atau kata-kata yang me­nyakitkan hati sang istri. Islam membolehkan memukul seorang istri yang melakukan pembangkangan terhadap suaminya, sebagai salah satu bentuk pendidikan untuk me­ngembalikan dan menyadarkan sang istri kepada jalan yang benar, dengan harapan menaati sang suaminya kembali. Pukulan tersebut hendaknya tidak menciderai dan meninggalkan bekas, melainkan hanya dijadikan sebagai salah satu jalan untuk memperbaiki akhlaknya, hal itu pun terpaksa dilakukan oleh seorang suami setelah seorang suami mem­berikan pandangan dan nasihat kepada istrinya, serta me­ninggalkannya di tempat tidur. Rasulullah sangat heran kepada seorang suami yang memukuli istrinya dengan pu­kulan yang menciderai, kemudian pada hari berikutnya dia menggaulinya tanpa ada perasaan malu dan menyesal sedikit pun. Rasulullah SAW. Bersabda :

"Alangkah tidak pantasnya, jika seseorang di antara kalian memukuli istrinya seperti memukuli seorang budak, kemudian pada hari berikutnya dia menggauli istrinya itu. " (HR Bukhori dan Muslim)

Demi Allah ! bagaimana hal ini bisa terjadi , wahai para suami ? Sesungguhnya hal ini adalah pertentangan besar yang tidak pernah terjadi pada orang yang memiliki akal sehat, sedangkan Nabi SAW. Dalam hidupnya belum pernah sekalipun memukul istri-istrinya.

Jika seorang istri durhaka kepada suami dan berani membawa orang lain yang dibenci suami ke dalam rumah­nya ketika, sang suami berada di luar, maka suami boleh memberi sanksi mendidik berupa pukulan yang tidak membahayakan. Pukulan ini bukanlah satu-satunya sarana, melainkan bagian dalam rangkaian metode-metode pendi­dikan yang bertujuan untuk memperbaiki dan meluruskan akhlak sang istri setelah menggunakan cara-cara lain berupa memberikan pandangan, nasihat, pisah tempat tidur, dan lain sebagainya. Tentunya, seorang suami lebih mengetahui bagaimana dia memperbaiki istrinya. Pukulan yang me­nimbulkan istri benci, dan menambahkan kedurhakaannya, bukanlah sesuatu yang kita harapkan, bahkan hal itu ber­tentangan dengan kemaslahatan rumah tangga. Memukul dengan tujuan menyiksa dan lain sebagainya serta tidak bertujuan memperbaiki bukanlah pendidikan Islam. Karena pukulan yang menyakiti, menciderai atau membuat cacat tidak pernah ada dalam hadits Rasulullah saw.. Walaupun kita mengetahui bahwa al-kay 'besi panas' dalam proses pendidikan adalah obat terakhir, maka pukulan bukanlah sarana pamungkas, akan tetapi sarana terakhir yang digu­nakan jika dilihat ada manfaatnya. Rasululullah saw. ber­sabda :

“Seorang suami yang baik dari kalian itu tidak memukul (istrinya)”

Sumber: http://www.pa-magelang.go.id/penyejuk-hati/454-kesalahan-terbesar-suami-terhadap-istri.html

Minggu, 07 April 2013

Dahsyatnya Istighfar 100 x Sehari

5 komentar
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Saya punya kenalan seorang Ustad yang sukses menjadi penolong banyak permasalahan orang. Mulai pingin jodoh, seret rejeki, hingga ingin punya anak. Ternyata saran dia sangat sederhana pada orang-orang tersebut, yaitu membaca ISTIGHFAR minimal 100x sehari….!

Tahukah anda? Istighfar sama juga dengan sedekah. Pahala dan efek yang ditimbulkan dari amalan ini berhubungan erat dengan janji Allah. Allah telah menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang membaca ISTIGHFAR. Janji Allah… adalah janji yang PASTI DITEPATI.

Janji Allah pada orang yang senantiasa membaca ISTIGHFAR yang berhubungan dengan rejeki, anak, dan kebahagiaan dunia.

Allah SWT berfirman :
”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun( ISTIGHFAR ) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).

Tahukah anda? Istighfar membuat Allah senang lho, sungguh rugi jika kita tidak mengucapkannya secara rutin setiap hari. Berikut ini sabda Rasulullah saw tentang hal itu.

Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Sabda Nabi Muhammad buat orang yang senantiasa membaca ISTIGHFAR :

Rasulullah saw bersabda :
”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Dengan membaca beberapa uraian di Alqur’an dan hadist ini, saya sangat yakin dengan kebenaran cerita ustad kenalan saya itu. Bahwa istighfar adalah solusi 1001 masalah kehidupan bagi siapa saja.

Tapi ada satu hal yang harus diingat, istighfar yang diucapkan bukanlah sekedar ucapan belaka. Harus didasari dari hati, merupakan ungkapan taubat dan permintaan maaf atas segala dosa-dosa kita kepada Allah SWT. Dan yang terpenting  JANGAN MENGULANG DOSA YANG TELAH LALU …..


Semoga artikel ini membawa manfaat dan kebaikan buat kita semua ..SELAMAT MENGHADIRKAN SENYUM ILAHI DALAM HIDUP KITA lewat istighfar. Mari sama-sama mengucapkan istighfar minimal 100x sehari, semoga kita menjadi makhluk yang dicintai Allah SWT. Aamiin …..


Sumber : Ini Linknya

Selasa, 25 Desember 2012

Sesuai Porsinya, Mau Di Bawa Kemana Diri Kita Ini

0 komentar

Tidak ada orang yang mengerti dan bisa membantu 100% diri tiap-tiap orang atau diri kita, termasuk suami, istri, anak, teman dekat, hanya kita sendiri yang bisa dan tahu mau dibawa kemana diri kita oleh kita sendiri, bukan orang lain, siapapun itu.

Coba perhatikan pertanyaan berikut ini?
" Ambil contoh satu Orang yang kita banget yang kita cintai, selanjutnya kita nilai berapa % kita bisa membantu atau memperhatikan orang tersebut, dari masalah, motivasi, atau cita-cita kecilnya? Pastilah jawabnya tidaklah 100%, melainkan sesuai porsinya.

 Begitujuga Orang lain terhadap diri kita. Itu tandanya bukan siapa-siapa yang bisa mengerti dan membantu tiap-tiap diri kita. Hanya diri kitalah yang tahu dan mampu mau dibawa kemana diri kita ini titik.

Dan jangan lagi berfikir orang lain harus mengerti kita harus bagaimana, kita ingin di giniin, kita sendirilah yang menyetirnya, mau baik, mau buruk mau sukses atau mau gagal, sesuai dengan porsi usaha yang di kerjakan.

Yang namanya akur contohnya seperti pasangan Mur dan Baut, saling melengkapi satu sama lain, sama sama memberi dan sama-sama menguntungkan. Seperti pegawai dengan Ownernya atau majikannya, yang satu memberikan keuntungan dari tenaga, fikiran dan usahanya dan yang lain memberikan imbalan yang sesuai porsinya maka akan langgeng akurnya, jika tidak seimbang maka akan pendek waktu akurnya... Bisa di pecat, atau mengundurkan diri...

Akur, sesuai porsinya, alami atau natural, sunatullah, itu adalah kata-kata bijak yang harus kita sadari porsinya. Orang yang pintar atau orang yang bejo pastilah beruntung, orang malas atau tidak mau berusaha pastilah buntung, apalagi tidak mau belajar. Orang yang serakah, egois, maunya sendiri, gimana gue, sudah pasti orang tersebut akan terkucilkan dan susah hati sendiri...( Mudah - mudahan Kakak tidak termasuk di dalamnya ya hehehe...).

Sesuai Porsinya... ingin hasil Buah yang banyak, segar dan bagus maka pilih bibit yang tepat, tempat yang tepat, perawatan pupuknya yang Sesuai Porsinya maka Insya Allah hasilnya seperti porsi yang di berikan pada tanaman tersebut.

Ingin usahanya sukses, maka pilihlah pembantu usaha kita yang tepat, dibina diarahkan dan diberi imbalan sesuai porsinya, maka insya allah  tidak ada yang mengundurkan diri karena merasa tidak di berlakukan tidak adil, dan setiap Individu akan bekerja maksimal Sesuai Porsinya, begitu juga buat pegawai, karyawan hasil yang di terima berbanding lurus dengan apa yang di kerjakannya Sesuai Porsinya.
Kebanyakan dari Kita, kita sering meminta, menuntut di luar porsi yang telah di kerjakan, tidak sadar diri seberapa porsi yang seharusnya, akhirnya keluarlah kata-kata yang di luar porsinya, kenapa begini kenapa begitu, orang kok bisa begitu saya kok seperti ini. Tanpa sadar porsi yang telah kita berikan.

Akur, sesuai porsinya, alami atau natural, sunatullah, Itulah kata-kata bijak jawabannya. Bukan siapa-siapa tapi diri kitalah yang 100% tahu Mau di Bawa Kemana Diri Kita Oleh Kita Sendiri....

Okey sampai disini dulu apa yang Kakak tuliskan semoga bermanfa't, khususnya buat Kakak pribadi dan buat rekan-rekan pada umumnya.
O Ya... Insya Allah BERSAMBUNG Dengan Judul "" Jika Menemukan Yang Tidak Sesuai Porsinya Bagaimana Mengatasinya?....See You

Jumat, 21 Desember 2012

Jum’at, 21 Desember tahun 2012

0 komentar
Hari ini Jum’at, 21 Desember tahun 2012 ,Kakak harus mengakui kelemahan diri ini, awalnya Kakak kekeuh mempertahankan keegoisan diri, walau dalam hati ini itulah langkah yang terbaik buat saya untuk mempertahankan strategi atau langkah – langkah yang harus di jalani, tapi nyatanya semakin terbentur dan kandas seperti petinju yang di pukul "KO" oleh lawannya, diam membisu dan tersungkur ke kanfas tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut ini, Tidak berdaya.....dan diam membisu.... Alhamdulillah berkat Silaturahmi Kakak, menemukan tulisan di bawah ini dan... selanjutnya Silahkan Anda membacanya semoga ada manfaatnya...buat diri ini dan buat sahabat...See You Again...
Haruskah kita malu kepada kelemahan kita? Dalam banyak hal kita selalu berusaha menyembunyikan kelemahan kita dan berlindung dibalik kelebihan kita.
Kita cenderung untuk memamerkan kelebihan dan menutup rapat kelemahan kita agar kita tidak terlihat lemah di mata orang lain.

Kita memang harus memaksimalkan talenta kita, harus terus meningkatkan kapasitas kita sesuai dengan apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Itu betul.

Tapi terkadang kita lupa bahwa semua  itu berasal dari-Nya  lantas kita bermegah berlebihan dan bersikap melebihi batas dengan apa yang kita miliki. Kita menjadi terlena dengan kehebatan kita, dan pada suatu ketika di saat kita dihadapkan pada kelemahan maka kita pun akan hancur berantakan. Fokus kepada apa yang bisa kita lakukan, pada spesialisasi kita masing-masing, itu bagus.

Tapi di sisi lain kita pun harus mengakui dengan jujur bahwa kita bukanlah mahluk yang sempurna. Di satu sisi kita kuat, di sisi lain kita lemah. Itu sangat wajar. Semua manusia pasti punya kelemahan sendiri-sendiri, baik secara fisik, emosi, kemampuan, intelegensia bahkan juga rohani.

Dalam  kehidupan sehari-hari kita terkadang dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang benar-benar kita tidak tahu jawabannya.

Sampai saat ini ada juga yang masih mengira, jika seseorang tidak tahu, lalu ia terus terang mengatakan “saya tidak tahu“, maka sederet stigma negatif akan menempel kepadanya, seperti kurang pengetahuan, bodoh, kuper dll.

Padahal tidak demikian, beberapa ulama seperti Al Mawardi dan Al Munawi menjelaskan, justru merupakan sifat orang alim, jika ia tidak tahu maka ia terus terang. Sebaliknya sifat orang bodoh, ia takut mengatakan kalau dirinya tidak tahu, dan hal itu bukanlah sebuah aib, jika kita jujur mengatakannya.

Beliau menjelaskan:“Kedudukan seorang alim tidak akan jatuh dengan mengatakan “saya tidak tahu“ terhadap hal-hal yang tidak ia ketahui. Ini malah menunjukkan ketinggian kedudukannya, keteguhan dien-nya, takutnya kepada Allah Ta’ala, kesucian hatinya, sempurna pengetahuannya serta kebaikan niatnya. Orang yang lemah dien-nya merasa berat melakukan hal itu. Karena ia takut derajatnya jatuh di depan para hadirin dan tidak takut jatuh dalam pandangan Allah. Ini menunjukkan kebodohan dan keringkihan diennya“. (Faidh Al Qadir, 4/387-388).

Mengakui kelemahan bukan berarti kita harus minder. Tidak sama sekali. Tapi mengakui kelemahan disini bertujuan untuk menjaga diri kita agar tetap berpijak di atas bumi, tetap low profile. Mengakui kelemahan bukan mengarah kepada perasaan rendah diri, tapi lebih kepada rendah hati.

Jika demikian, janganlah kita malu mengatakan terus terang , “saya tidak tahu“, terhadap apa yang tidak kita ketahui. Dan janganlah kita memaksa untuk berbicara tentang hal yang tidak kita ketahui…..

Tambahan sedikit dari
Kakak, Syukur  akan Makmur, Kufur maka akan hancur. syukur berarti memegang kebenaran yang benar adalah benar dan mengikutinya, sedangkan Kufur mengetahui kemungkaran tetapi lemah dan tidak menjauhinya... bahkan mengikutinya dengan alasan ini jalan satu-satunya....padahal banyak jalan menuju kebaikan, salahsatunya

"JANGAN MALU MENGAKUI KELEMAHAN DIRI" Mudah-mudahan Kakak juga bisa Mensyukuri Nikmat yang sebenarnya ada di sekitar Kakak yang selama ini Kakak Khilaf..ya Khilaf yang telah menyakiti hati banyak orang, terutama orang yang terdekat dengan Kakak. Terimakasih teman yang telah mampir ke Blog Kakak ini, jangan sungkan untuk datang lagi ya...dan siapapun Anda tolong ma'afin Kakak ya jika Kakak ada salah terhadap Sahabat....dan do'ain Kakak biar bisa Bersyukur dan menjauhi kekufuran atau kesombongan....tentang kelemahan diri ini....Amiinn"


Info: Sumber Bacaan

Rabu, 19 Desember 2012

3 Hal Penting

0 komentar






3 hal penting dalam hidup: Pertama Keluarga, kedua Sahabat dan ketiga Cinta. Jika kau tidak ada keluarga dan sahabat, kau masih punya CINTA untuk mendapatkan Sahabat ataupun keluarga.



3 hal penting dalam hidup: Pertama Keluarga, kedua Sahabat dan ketiga Cinta. Jika kau tidak ada keluarga dan sahabat, kau masih punya CINTA untuk mendapatkan Sahabat ataupun keluarga.


Senin, 10 Desember 2012

4 Pola Pikir Orang Sukses

0 komentar
 Kakak Lagi Males Nulis dan mikir, Tapi kebetulan ada sumber tulisan Pola Pikir Orang Sukses yang Kakak Setuju, dan jadi Motivasi buat kakak (BNDIOL = Bisa Nulis Dari Ilmu Orang Lain...hehehe), mudah-mudahan informasi ini baik juga buat rekan untuk di jadikan insfirasi.

Orang sukses punya pola pikir..., atau cara berfikir yang berbeda dengan pola pikir kebanyakan orang yang tidak sukses. Apa saja itu ?

Banyak Buku Biography yang menceritakan tentang bagaimana perjalan hidup, dan karir bisnis dari orang-rang sukses yang ada di dunia ini - dan tentunya semua pola pikir dari orang-orang sukses tersebut dapat dijadikan tolok ukur - dan juga menjadi Inspirasi yang sangat berharga bagi setiap orang lain-nya yang ada di muka bumi ini, agar tentunya, setiap orang lain juga berhak dapat meraih rahasia dari
"kesuksesan" tadi - sebelum action, dalam mencapai sukses tentunya, harus dimulai dari merubah kebiasan konsep pola pikir ( mind set ) yang lama, menjadi lebih baru, dan lebih terbuka dan tanggap terhadap setiap segala hal yang sedang terjadi - dalam memaknai setiap hal, dengan lebih cermat sehingga dapat menumukan solusi baru dalam melangkah mencapai menuju anak tangga kesuksesan tersebut. dan apa saja yag menjadi pola pikir orang sukses..

Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mencapai sukses yang lebih besar, Kita sewajarnya harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menunju sukses dan kaya.

Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir), melainkan suatu proses perjalanan. Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sukses. Dalam perjalanan hidup sehari-hari, Anda akan banyak mendapatkan sukses-sukses yang terkumpul menjadi sukses besar. Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan satu tindakan saja, melainkan merupakan akumulasi dari setiap sukses yang Anda peroleh sehari-hari. Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif di dalam hidup seseorang.

Kegagalan adalah bagian dari sukses
Orang sukses memandang kegagalan yang dialaminya sebagai bagian dari kesuksesan, sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda. Justru dengan suatu kegagalan yang dialaminya ia akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang. Ia bertambah gigih dan berhasil. Sebaliknya, orang gagal akan memandang pengalaman ke gagalnya sebagai suatu "trauma" yang membuatnya menjadi jera dan takut untuk memulai lagi.

Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi
Dalam hidup, orang yang tidak akan pernah lepas dari masalah. Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah yang datang pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyerah. Sebaliknya, orang gagal akan memandang adanya masalah di setiap solusi yang dibuat. Akibatnya, ia cenderung pesimistis dalam menanggapi setiap peluang,. Ia lebih memilih status quo yang dirasa paling aman baginya. Orang gagal biasanya takut mencoba, dan gagal adalah masalah. Baginya lebih baik berdiam diri daripada mencoba dan gagal lagi gagal lagi.

Kamis, 06 Desember 2012

Rhoma Irama - Kehilangan

0 komentar

Kalau sudah tiada baru terasa Bahwa kehadirannya sungguh berharga Sungguh berat aku rasa kehilangan dia Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia Kalau sudah tiada baru terasa Bahwa kehadirannya sungguh berharga
‘Ku tahu rumus dunia semua harus berpisah Tetapi kumohon tangguhkan, tangguhkanlah Bukan aku mengingkari apa yang harus terjadi Tetapi kumohon kuatkan, kuatkanlah

Selasa, 30 Oktober 2012

Mengapa Rasulullah dirindukan dan dicintai?

0 komentar
Oleh: Jalaluddin Rakhmat

Rasulullah itu adalah orang yang sangat dicintai oleh para sahabatnya, umumnya para sahabat mencintai Rasulullah Saw, walau ada sebagian sahabat yang diam-diam membenci Rasulullah. Tetapi mayoritas sahabat itu sangat mencintai Rasulullah Saw.

Pernah suatu malam Rasulullah mendengar suara beberapa orang di luar kamarnya, Rasulullah menegur: “Kenapa kalian berkumpul di sini?” lalu mereka menjawab: “Ya Rasulullah, kami tidak bisa tidur khawatir ketika kami tidur nanti, orang-orang kafir datang dan membunuhmu.” Mereka sukarela menjadi satpam Rasulullah Saw, datang sendiri, tidak dibayar. Tetapi Rasulullah Saw mengatakan, “Tidak, Allah melindungi aku, pulanglah kamu ke tempat kamu masing-masing.”

Ada seorang pedagang minyak wangi, di Madinah. Setiap kali pergi ke pasar, dia singgah dulu ke rumah Rasulullah Saw, dia tunggu sampai Rasulullah keluar. Setelah Rasulullah keluar, dia hanya mengucapkan salam lalu memandang Rasulullah saja, setelah puas dia pergi. Suatu saat setelah dia ketemu Rasululllah dia pergi, lalu tak lama kemudian balik lagi dari pasar dan dia datang kepada Rasulullah Saw dan meminta izin, “Saya ingin melihat engkau ya Rasulullah, karena saya takut tidak bisa melihat engkau setelah ini.” Dan Rasulullah mengizinkannya.

Kemudian, setelah kejadian itu Rasulullah tidak pernah melihat lagi tukang minyak wangi itu. Disuruhnya sahabatnya pergi melihat, ternyata ia sudah meninggal dunia tidak lama setelah dia pergi dari pasan dan memandang wajah Rasulullah Saw itu. Lalu kata Rasulullah Saw: “Kecintaannya kepadaku akan menyelamatkan dia di hari akhirat.”

Ada lagi seorang sahabat Rasulullah bernama Abu Ayyub Al-Anshari. Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau beristirahat dahulu di pinggiran kota menginap di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Rumahnya itu dua tingkat, Abu Ayyub dan istrinya di tingkat atas dan Rasulullah Saw di bawah. Pada malam hari Abu Ayub dan istrinya tidak bisa tidur karena mereka takut menggerakkan tubuhnya, semua terbujur seperti sebongkah kayu menahan dirinya untuk tidak bergerak. Mereka takut kalau bergerak, nanti debu-debu dari atas itu berjatuhan kepada Rasulullah. Setelah Rasulullah mengetahui hal itu, beliau sangat terharu lalu kepada Abu Ayub diajarkan sebuah doa sebagai penghargaan beliau atas cinta yang tulus dari Abu Ayub.

Dalam perang Uhud, ketika kaki Rasulullah terluka, ada seorang sahabat melihatnya lalu mengejar Rasulullah. Dia pegang kaki itu lalu dia bersihkan luka itu dengan jilatannya. Rasulullah kaget lalu berkata, “Lepaskan! Lepaskan!” Sahabat itu berkata: “Tidak Ya Rasulullah, aku tidak akan melepaskannya sampai luka ini kering!”

Ada lagi seorang sahabat, yang setelah Rasulullah meninggal dunia, membanggakan mulutnya yang tidak ada gigi lagi. Saat perang Uhud itu juga, Rasulullah cedera karena rantai pelindung kepalanya menusuk pipinya. Lalu seorang sahabat menarik rantai itu dengan giginya, tapi sebelum rantai itu keluar, seluruh giginya rontok. Dia bangga bahwa giginya itu berjatuhan karena membela Rasulullah yang dicintainya. Sehingga menjadi satu kebahagiaan tersendiri. Ini, sekali lagi masalah cinta, dan cinta itu selalu tidak wajar.

Ada satu contoh lagi kecintaan orang kepada Rasulullah Saw. Menjelang suatu peperangan, Rasulullah sedang membariskan pasukannya karena Rasulullah selalu merapikan barisan pasukannya. Ternyata ada seorang sahabat, mungkin karena perutnya terlalu besar, selalu perutnya itu berada di luar barisan. Kemudian Rasulullah lewat dan memukul perutnya itu agar dirapikan dengan barisan. Lalu sahabat itu memandang Rasulullah dan berkata: “Engkau diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, kenapa kau sakiti perutku?” Lalu Rasulullah turun dari kudanya, dan menyerahkan alat pemukul itu, lalu berseru: “Pukullah aku! Sebagai qishas atas kesalahanku.” Kemudian orang itu berkata: “Tapi engkau pukul langsung kepada kulit perutku.” Lalu Rasulullah segera membuka pakaiannya, tiba-tiba sahabat itu memeluk Rasulullah dan mencium perutnya. Rasulullah kaget dan berkata: “Ada apa denganmu?” Sahabat itu menjawab: “Ya Rasulullah, genderang perang sudah ditabuh, mungkin ini adalah saat terakhir perjumpaanku denganmu. Saya ingin sebelum meninggal dunia, sempat mencium perutmu yang mulia.”

Dan sahabat itu kemudian gugur di medan perang setelah mencium perut Rasulullah Saw. Rupanya ini hanya strategi dia agar bisa mencium perut Rasulullah Saw.

Kelak, setelah Rasulullah meninggal dunia, kecintaan para sahabat itu diungkapkan dengan kerinduan yang luar biasa kepada Rasulullah Saw.

Bilal yang selalu adzan semasa hidup Rasulullah tidak mau beradzan lagi setelah wafat Rasulullah karena Bilal tidak sanggup mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rasululah” karena ada kata-kata Muhammad di situ. Tapi karena desakan Sayyidah Fatimah yang saat itu rindu mendengar suara adzan Bilal, dan mengingatkan beliau akan ayahnya. Bilal akhirnya dengan berat hati mau beradzan. Saat itu waktu Subuh, dan ketika Bilal sampai pada kalimat Asyhadu anna Muhammad Rasulullah, Bilal tidak sanggup meneruskannya, dia berhenti dan menangis terisak-isak. Dia turun dari mimbar dan minta izin pada Sayyidah Fatimah untuk tidak lagi membaca adzan karena tidak sanggup menyelesaikannya hingga akhir. Ketika Bilal berhenti saat adzan itu, seluruh Madinah berguncang karena tangisan kerinduan akan Rasulullah Saw.

Mengapa Rasulullah dirindukan atau dicintai? Itu bukan hanya karena Allah SWT membuka hati mereka untuk rindu, tetapi karena akhlak Rasulullah yang menarik kecintaan mereka. Dan akhlak itu adalah Sunnah. Sekiranya kita mencontoh akhlak beliau ini, pasti kitapun akan dicintai oleh banyak manusia. Tentu tidak oleh semua manusia, karena Rasulullah juga tidak dicintai oleh sem ua manusia, tidak dicintai oleh semua sahabat dan tidak dicintai oleh semua makhluk. Tapi sekiranya kita mempraktekkan akhlak Rasulullah itu dalam pergaulannya dengan orang banyak, pasti kitapun akan menjadi manusia, yang dicintai oleh kebanyakan umat manusia.

http://ressay.wordpress.com/2007/03/17/mengapa-rasulullah-dirindukan-dan-dicintai/

Selasa, 02 Oktober 2012

Sosok Seorang Ayah..!!!

0 komentar
Bagi Anda khusus nya seorang anak perempuan, yang jauh dari kedua orang tua nya, baik sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah maupun kuliah pasti akan sering merasa kangen sekali dengan Ibunya...

Lalu bagaimana dengan Ayah?
Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan hari ini?
Di saat kamu masih seorang anak perempuan kecil...

 Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu yah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka...
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja...
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga...
Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu...
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu...
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan, kamu di perkenankan bisa keluar rumah, namun memiliki batas. Namun kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut ketika itu pula ia melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu...
Sadarkah kamu, bahwa itu karena hal yang sangat ditakuti Ayah akan segera datang?
“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan nya”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah...
Ketika kamu menjadi gadis dewasa...
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Ayah terpaksa harus melepasmu pergi..
Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT, kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak... Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu..
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya..
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia...
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Ayah menangis karena Ayah sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa...
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik...
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik...
Bahagiakanlah ia bersama suaminya...”
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah semakin memutih...
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya...
Ayah telah menyelesaikan tugasnya...
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat,ia tetap memutuskan untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu...
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal...

Hmm... buat anda semua khusus nya bagi wanita, apakah anda menyadari apa yang dilakukan ayah tersebut? Pasti jawaban nya tidak.. Karna itu lah sosok seorang ayah yang kemuliaan nya sulit untuk di lihat karna tertutupi oleh ketegasan nya. 
Dan berbahagialah kita yang masih memiliki seorang Ayah, jangan selalu berprasangka buruk..
Karna tidak sedikit diantra kita yang saat ini tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ayah, jika demikian kita sebagai seorang anak doakan lah ia agar bahagia disisinya...
Percayalah bahwa saat ini ayah sangat merindukan kita apa lagi kita yang jauh dari nya...
Mungkin jika saya bertanya  :
“Sudahkah Anda menelpon/SMS pacar anda hari ini??? Hmm...saya sangat yakin pasti jawabannya sudah...” begitu juga jika saya bertanya : “Sudahkah anda menelpon/SMS Ibu??? Kemungkinan besar sudah, pastilah pacar aja udah ya ngak friend??”.
Namun Sudahkah anda menelpon/ SMS Ayah hari ini??  Jika belum, ayo..!!! mari kita telpon minimal kita SMS tanya kabar nya buatlah ia tersenyum. Karna inilah waktu nya jangan mengulur waktu bisa saja ini kesempatan terakhir  kita untuk membuatnya tersenyum dan menangis dalam kebahagiaan..
Ucapkan kalau anda “menyayangi dan merindukannya...”
Kita bisa bayangkan betapa bahagianya ia mendengar ucapan itu...

Sumber: http://misleim-mizy.blogspot.com/2011/05/sosok-seorang-ayah.html

.

 
Mewujudkan Keluarga yang SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS
Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. Dan tingginya angka perceraian di Indonesia, merupakan tertinggi se-Asia Pasifik. Data tersebut, juga memperlihatkan bahwa 70 persen perceraian itu karena gugat cerai dari pihak istri dengan alasan tertinggi adalah karena KETIDAKHARMONISAN.
Lebih Lengkapnya disini...
CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK
"Dapat uang dari BLOG itu mudah, Asal Anda tahu caranya. Saya Akan tunjukkan kepada Anda sekarang juga...CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK"
Lebih Lengkapnya disini...
Peluang Usaha Modal Kecil
"Bisnis DropShip Dengan Bonus Double plus Bisa Diwariskan Ini benar-benar bisnis impian Anda. Modal kecil cuma 30rb Anda sudah bisa langsung JUALAN mulai detik ini juga. Bisnis dropship plus-plus karena Anda akan mendapatkan bonus berganda, punya potensi PASIVE INCOME* dan bahkan bisa diwariskan. Apa yang Anda harapkan dari sebuah bisnis dropship ada disini. Tidak percaya? ..."
Lebih Lengkapnya disini...

Cange Your Water, Change Your Life

Mewujudkan Keluarga yang SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS
Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. Dan tingginya angka perceraian di Indonesia, merupakan tertinggi se-Asia Pasifik. Data tersebut, juga memperlihatkan bahwa 70 persen perceraian itu karena gugat cerai dari pihak istri dengan alasan tertinggi adalah karena KETIDAKHARMONISAN.
Lebih Lengkapnya disini...
CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK
"Dapat uang dari BLOG itu mudah, Asal Anda tahu caranya. Saya Akan tunjukkan kepada Anda sekarang juga...CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK"
Lebih Lengkapnya disini...
Peluang Usaha Modal Kecil
"Bisnis DropShip Dengan Bonus Double plus Bisa Diwariskan Ini benar-benar bisnis impian Anda. Modal kecil cuma 30rb Anda sudah bisa langsung JUALAN mulai detik ini juga. Bisnis dropship plus-plus karena Anda akan mendapatkan bonus berganda, punya potensi PASIVE INCOME* dan bahkan bisa diwariskan. Apa yang Anda harapkan dari sebuah bisnis dropship ada disini. Tidak percaya? ..."
Lebih Lengkapnya disini...