Mewujudkan Keluarga yang SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS
Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. Dan tingginya angka perceraian di Indonesia, merupakan tertinggi se-Asia Pasifik. Data tersebut, juga memperlihatkan bahwa 70 persen perceraian itu karena gugat cerai dari pihak istri dengan alasan tertinggi adalah karena KETIDAKHARMONISAN.
Lebih Lengkapnya disini...
CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK
"Dapat uang dari BLOG itu mudah, Asal Anda tahu caranya. Saya Akan tunjukkan kepada Anda sekarang juga...CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK"
Lebih Lengkapnya disini...
Peluang Usaha Modal Kecil
"Bisnis DropShip Dengan Bonus Double plus Bisa Diwariskan Ini benar-benar bisnis impian Anda. Modal kecil cuma 30rb Anda sudah bisa langsung JUALAN mulai detik ini juga. Bisnis dropship plus-plus karena Anda akan mendapatkan bonus berganda, punya potensi PASIVE INCOME* dan bahkan bisa diwariskan. Apa yang Anda harapkan dari sebuah bisnis dropship ada disini. Tidak percaya? ..."
Lebih Lengkapnya disini...
Tampilkan postingan dengan label Kepribadian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepribadian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2013

Karakter Kejujuran

0 komentar

Kata kunci etika dan moralitas adalah kejujuran. Jujur untuk mengungkapkan apa adanya tanpa harus menutupinya oleh alasan apapun, termasuk alasan dan ketakutan akan rasa malu karena harus menanggung resiko dari kejujuran. Satu diantara sekian resiko kejujuran adalah menerima kenyataan “pahit” yang harus ditanggung oleh para pelaku kejujuran. Tidak berarti bahwa setiap kejujuran itu harus dibayar dengan harga “pahit”, banyak orang kemudian dimuliakan dan mendapatkan tempat terhormat karena kejujurannya.

Terkadang, demi status sosial, gengsi dan ego maka sebagian orang mencari jalan pintas untuk lebih memilih berbohong daripada mengungkapkan sebuah kejujuran. Jujur sangat identik dengan kebenaran. Mengungkapkan kejujuran sama halnya mengungkapkan kebenaran. Sebaliknya, kebohongan atau dusta itu identik dengan bermuka dua ibarat pepatah,“musang berbulu domba”.

Ketika dihadapkan pilihan antara jujur atau prestasi, secara pragmatis pilihannya adalah prestasi. Mengapa ? karena dengan prestasi seseorang punya “status sosial”, pujian sebagai siswa terbaik walau harus nyontek, punya rumah mewah dari hasil ngemplang pajak, seakan keluarga bahagia walau hidup dengan selingkuh, gelar doktor hingga professor dengan cara plagiat. Semua itu seakan prestasi. Prestasi yang diperoleh dengan cara mengabaikan kejujuran.

Pudarnya pesona kejujuran demi prestasi berbalut dusta, tentu menjadi aib bagi dunia pendidikan. Salah satu pepatah arab menyebutkan“al-maru’ makhbu’un tahta lisanihi” artinya pribadi seseorang itu akan tampak apabila ia berbicara, apabila terucap perkataan yang baik dari lisannya maka baiklah ia, begitu pula sebaliknya.

Refleksi terhadap realitas masyarakat pada saat ini, dimana begitu mudahnya mereka mengobral janji dan perkataan, tanpa memahami makna dari sebuah perkataan. Manusia pada saat ini berlomba-lomba dalam mencapai kebutuhan duniawinya dengan menempuh berbagai macam cara, termasuk diantaranya dengan jalan berdusta. Seorang wartawan misalnya, yang menyebarkan berita yang tidak benar alias kabar dusta, dengan tujuan beritanya laku dikonsumsi khalayak ramai, begitu juga dengan seorang politikus, yang tak henti-hentinya mengobral janji-janji dusta, guna menarik simpati dan dukungan dari masyarakat, atau bahkan memfitnah guna menjatuhkan lawan politiknya, begitu juga halnya dengan pedagang, yang bermain curang dalam takarannya, yang kemudian bermain harga hanya untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Seorang ahli hikmah mengatakan: “perkataan orang berakal bermula dari hatinya, sedang perkataan orang yang jahil berawal dari lisannya dan berbicara sesuka hatinya”. Artinya, orang cerdas tentulah akan berfikir terdahulu dalam berbicara, dan sesuai dengan kata hatinya karena fitrah dari hati manusia adalah kebajikan, sebaliknya orang yang bodoh itu tidak berfikir dalam berbicara sehingga perkataan yang keluar dari mulutnya hanya omong kosong belaka. Simpulannya adalah hanya orang bodoh yang berkata dusta, sedangkan orang yang menyadari kecerdasannya tentu adalah orang-orang yang jujur.

Ungkapan bijak lainnya mengisyaratkan bahwa “Apabila engkau duduk bersama orang yang bodoh maka diamlah, karena diammu akan menambah kesabaran, sedangkan apabila engkau duduk bersama orang berilmu maka bicaralah, karena bicaramu akan mendatangkan ilmu”. Sebagai seorang muslim atau orang beragama, tentu kita harus bisa memposisikan diri, ada kalanya kita harus diam, dan ada kalanya pula kita harus berbicara “likulli maqamin maqalun wa likulli maqalin maqamun” begitulah pepatah arab mengatakan.

Kejujuran... sering diibaratkan sebagai mata uang yang akan berlaku dimanapun tempat, yang tidak terbatasi oleh ruang, wilayah, Negara bahkan oleh waktu, karena bernilai dan memang dibutuhkan. Kejujuran...sama halnya kebenaran... acap kali sering terdesak oleh kuatnya ambisi kekuasaan dan pengaruh duniawi, namun dapat diyakini bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak akan pernah dapat dimusnahkan/termusnahkan. Bahkan orang yang berbuat salah dan dosa sekalipun akan dianggap benar, karena kejujurannya mau mengakui semua kesalahan yang diperbuat.

Orang yang tidak jujur bahwa dirinya awam... maka ia tidak akan pernah mendapatkan hidayah, untuk sadar dan mau belajar sehingga ia menjadi pandai.

Orang yang tidak jujur bahwa dirinya masih lemah... maka ia tidak akan mendapat hidayah sehingga ia tidak pernah berupaya untuk menjadikan dirinya lebih kuat.

Orang yang tidak jujur bahwa dirinya telah berbuat salah... hanya untuk menutupi ambisi dan kekuasaan duniawi..., maka selamanya ia tidak akan pernah memperbaiki diri... dan betapa ruginya orang yang seperti ini.

Itulah sedikit contoh... betapa meruginya orang, buruh, pegawai, pejabat, politisi, pengusaha, penguasa, dan siapapun dia termasuk siswa dan mahasiswa... yang tidak jujur dalam kehidupannya.

Sebagai penutup dalam tulisan ini dengan mengutip sebuah ungkapan “qulil haqqa walkaw kaana murran” katakanlah kejujuran itu walaupun itu pahit. maka semakin manjur untuk menyembuhkan penyakit. Kejujuran akan menyembuhkan setiap orang dari segala bentuk penyakit hati, kemunafikan, ria, dengki dan berbagai penyakit hati lainnya.

Minggu, 03 November 2013

Pribadi Tangguh

0 komentar
Berani Menulis dari catatan orang lain, hehe... sebenernya lagi males nih mau nulis apa, tapi kakak ingin berbagi dari tulisan orang lain, Tentang PRIBADI TANGGUH. Mudah-mudahan bisa di baca dan di ambil manfaatnya. Silahkan di lanjut membacanya....

Para pakar kejiwaan memandang pikiran sebagai faktor terpenting bagi kehidupan manusia. Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Ketika kita melihat pacar atau pasangan kita berjalan di depan kita, pikiran kita mungkin akan memerintahkan mulut kita untuk menegurnya, menyuruh kaki kita mempercepat langkah, atau meminta kita untuk tidak melakukan apa-apa.

Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada "hati" untuk menentukan suasana yang diinginkan. Umpamanya, suatu hari kita ditinggal kekasih, pikiran kita akan memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan kehidupan cinta kita dengannya, yang terekam oleh otak. Katakanlah pikiran kita memilih informasi yang berhubungan dengan hal-hal indah, yang pernah kita alami bersamanya. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, kita menyesal dan sedih karena semua keindahan itu harus berakhir.

Instruksi akan diteruskan ke "hati" melalui perangkat psikologis kita, dan perasaan kita pun menjadi sedih. Sebaliknya, apabila pikiran kita memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan hal-hal menyebalkan dari si dia, umpamanya hidung peseknya, kebiasaan buruknya, atau kesukaannya berutang, pikiran kita akan mengolahnya menjadi instruksi bahwa kita senang dan bahagia karena mimpi buruk itu telah berakhir. Hati kita pun senang karenanya.

Faktual dan sensitif
Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke "hati". Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam "hati" apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Untuk memperjelas, ambilah contoh seseorang tanpa sengaja melihat kekasihnya tengah duduk berdua dengan orang lain yang berlainan jenis kelamin dan tidak ia kenal. Bila dia orang sensitif, otaknya merekam semua kejadian yang dilihatnya. Pikirannya tidak mengolah melainkan langsung meneruskannya ke dalam "hati" untuk diolah. Karena "hati"-nya yang mengolah, ia mungkin segera mendatangi mereka dan tanpa babibu langsung melayangkan bogem mentah.

Sebaliknya, bila ia seorang faktual, kejadian-kejadian tadi direkam di otaknya, diolah terlebih dahulu oleh pikiran sebelum diteruskan ke "hati". Pikirannya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan. Bila kekurangan data, maka ia akan menghasilkan kemungkinan-kemungkinan lain. Misalnya, kemungkinan orang lain itu adalah saudara atau sahabat kekasihnya. Atau mungkin pula teman selingkuh kekasihnya. Kemungkinan-kemungkinan itu kemudian diteruskan ke "hati" sebagai perasaan ingin tahu. Karena pertimbangan pikiran inilah ia mungkin akan mendekatinya untuk mencari tahu hal sebenarnya, ketimbang langsung menghakimi.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Persepsikan kenyataan secara positif

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa "Hidup kita ditentukan oleh pikiran".

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Begitu pula bila berpikir soal hal-hal menakutkan kita akan menjadi takut.

Rasanya memang sulit dipercaya. Namun, itulah adanya. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, "Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir."

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, tanpa mempedulikan kantung yang semakin kempis, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Yang bisa dilakukan adalah mengendalikan pikiran. Jangan biarkan pikiran kita membuat perasaan menjadi tidak enak. Senantiasa persepsikan kenyataan secara positif.

"Bila perlu berusahalah tersenyum dalam menghadapi situasi sesulit apa pun. Ada saat-saat di mana kita harus pasrah dan tertawa. Humor dalam hidup ini sangat penting. Jangan lupa bahwa hal-hal sederhana ini dapat membantu Anda mempertahankan perspektif," kata Dale Carnegie, pendiri Dale Carnegie & Associates.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Demikian pula ketika tengah dihadapkan pada masalah-masalah berat, senyum kita sedikit banyak akan membantu melepaskan ketegangan. Selanjutnya, biarkan diri relaks, pandang kenyataan di hadapan kita secara positif, karena dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dari apa yang tengah dihadapi. Lalu pikirkan hal-hal yang dapat mengembalikan kegembiraan kita.

"Kalau ada masalah, relakslah. Santai saja. Pikirkan saja apa yang akan Anda lakukan selanjutnya, dan apa tindakan Anda untuk itu," kata Welty.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Biarkan semua masalah berlalu tanpa meninggalkan luka fatal.

Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Bukan cuma itu, pikiran positif serta kepercayaan diri kita akan menarik orang lain bergabung dengan kita. Mereka tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri menghadapi semua masalah. Malah dengan senang hati akan menemani dan membantu kita melewati semua kesulitan. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan. (pantangmenyerah)

Sumber: http://www.dnaberita.com/berita-89232-resep-ampuh-jadi-pribadi-tangguh.html

Jumat, 28 Desember 2012

Jika Menemukan Yang Tidak Sesuai Porsinya Bagaimana Mengatasinya?

0 komentar
Tidak mungkin ada orang yang tidak mempunyai masalah, Baik masalah besar maupun masalah kecil, masalah ya tetap masalah. Semua orang pasti mengalami masalah, jangankan kita yang telah dewasa anak ingusan pun mempunyai masalah. Hanya takaran dan permasalahannya saja yang berbeda. Besar kecil, susah atau gampang…

Masalah menurut pandangan Kakak , akan berbeda orang yang satu dengan yang lain cara menilainya. Satu orang masalahnya bisa di anggap besar sedang orang yang lain ah ini mah masalah kecil, gampang mengatasinya.

Satu Contoh : Ada Tempat Ruang tidur yang berantakan Si A berfikir masalah besar dan mengganggu fikirannya kalau tidak segera di rapihkan jadi hukumnya wajib, beda dengan si B, Dia melihat berantakan kamarnya biasa-biasa saja bahkan beliau menikmati keberantakan tersebut jadi tidak wajib untuk merapihkannya…Beda lagi dengan si C Suatu saat beliau stres dan merasa wajib untuk membersihkan dan merapihkan kamarnya yang berantakan tersebut, tapi di waktu yang lain si C ini tidak merasa wajib membersihkannya melainkan malah menikmati keberantakan tersebut, jadi bagaimana kondisi hatinya saja. Bagaimana dengan sobat…? Sobat seperti Si A, Si B atau Si C..?

Jika Menemukan Yang Tidak Sesuai Porsinya Bagaimana Mengatasinya? Pertanyaan ini  jawabnya sepengetahuan Kakak ya… seperti Si A, Si B dan Si C ini, Ada yang memaklumi ketidak sesuaian porsi yang terjadi…, yang lain sangat tidak memaklumi ketidak adilan tersebut…, yang lainnya lagi bagaimana mud dirinya saja. Hehehe… jadi ya ada banyak kemungkinan jawabannya….

Kalau Kakak Pribadi, Melihat siapa yang melakukannya, bagaimana karakternya dan apa motivasinya. Misal kita lagi menggendong anak kecil yang masih imut-imut lantas si imut tersebut menampar pipi Kita, pastilah respon sesaat kita langsung berkata aduh cayang cakiiittt…coba yang menampar pipi kita orang yang sangat kita benci sudah pasti langsung naik darah, dan mencoba membalasnya, tapi bagaimana kalau orang yang kita cintai menampar pipi kita, sepertinya jawabannya adalah pingin di tampar untuk yang kedua kalinya hehehe… karena namparnya pake kata sayang pipinya saya tampar ya, sambil tersenyum…( Kakak mah bisa aja…)

Jadi Jika Menemukan Yang Tidak Sesuai Porsinya … jawaban Kakak ya lihat posisinya dulu, Sejauh mana pemahaman kita dan siapa yang melakukannya itu saja ya, jika sepemikiran ya silahkan jika bertentangan ya silahkan juga. Seperti contoh gambar di bawah ini….Daaaa, sampai jumpa lagi…




Selasa, 25 Desember 2012

Sesuai Porsinya, Mau Di Bawa Kemana Diri Kita Ini

0 komentar

Tidak ada orang yang mengerti dan bisa membantu 100% diri tiap-tiap orang atau diri kita, termasuk suami, istri, anak, teman dekat, hanya kita sendiri yang bisa dan tahu mau dibawa kemana diri kita oleh kita sendiri, bukan orang lain, siapapun itu.

Coba perhatikan pertanyaan berikut ini?
" Ambil contoh satu Orang yang kita banget yang kita cintai, selanjutnya kita nilai berapa % kita bisa membantu atau memperhatikan orang tersebut, dari masalah, motivasi, atau cita-cita kecilnya? Pastilah jawabnya tidaklah 100%, melainkan sesuai porsinya.

 Begitujuga Orang lain terhadap diri kita. Itu tandanya bukan siapa-siapa yang bisa mengerti dan membantu tiap-tiap diri kita. Hanya diri kitalah yang tahu dan mampu mau dibawa kemana diri kita ini titik.

Dan jangan lagi berfikir orang lain harus mengerti kita harus bagaimana, kita ingin di giniin, kita sendirilah yang menyetirnya, mau baik, mau buruk mau sukses atau mau gagal, sesuai dengan porsi usaha yang di kerjakan.

Yang namanya akur contohnya seperti pasangan Mur dan Baut, saling melengkapi satu sama lain, sama sama memberi dan sama-sama menguntungkan. Seperti pegawai dengan Ownernya atau majikannya, yang satu memberikan keuntungan dari tenaga, fikiran dan usahanya dan yang lain memberikan imbalan yang sesuai porsinya maka akan langgeng akurnya, jika tidak seimbang maka akan pendek waktu akurnya... Bisa di pecat, atau mengundurkan diri...

Akur, sesuai porsinya, alami atau natural, sunatullah, itu adalah kata-kata bijak yang harus kita sadari porsinya. Orang yang pintar atau orang yang bejo pastilah beruntung, orang malas atau tidak mau berusaha pastilah buntung, apalagi tidak mau belajar. Orang yang serakah, egois, maunya sendiri, gimana gue, sudah pasti orang tersebut akan terkucilkan dan susah hati sendiri...( Mudah - mudahan Kakak tidak termasuk di dalamnya ya hehehe...).

Sesuai Porsinya... ingin hasil Buah yang banyak, segar dan bagus maka pilih bibit yang tepat, tempat yang tepat, perawatan pupuknya yang Sesuai Porsinya maka Insya Allah hasilnya seperti porsi yang di berikan pada tanaman tersebut.

Ingin usahanya sukses, maka pilihlah pembantu usaha kita yang tepat, dibina diarahkan dan diberi imbalan sesuai porsinya, maka insya allah  tidak ada yang mengundurkan diri karena merasa tidak di berlakukan tidak adil, dan setiap Individu akan bekerja maksimal Sesuai Porsinya, begitu juga buat pegawai, karyawan hasil yang di terima berbanding lurus dengan apa yang di kerjakannya Sesuai Porsinya.
Kebanyakan dari Kita, kita sering meminta, menuntut di luar porsi yang telah di kerjakan, tidak sadar diri seberapa porsi yang seharusnya, akhirnya keluarlah kata-kata yang di luar porsinya, kenapa begini kenapa begitu, orang kok bisa begitu saya kok seperti ini. Tanpa sadar porsi yang telah kita berikan.

Akur, sesuai porsinya, alami atau natural, sunatullah, Itulah kata-kata bijak jawabannya. Bukan siapa-siapa tapi diri kitalah yang 100% tahu Mau di Bawa Kemana Diri Kita Oleh Kita Sendiri....

Okey sampai disini dulu apa yang Kakak tuliskan semoga bermanfa't, khususnya buat Kakak pribadi dan buat rekan-rekan pada umumnya.
O Ya... Insya Allah BERSAMBUNG Dengan Judul "" Jika Menemukan Yang Tidak Sesuai Porsinya Bagaimana Mengatasinya?....See You

Jumat, 21 Desember 2012

Jum’at, 21 Desember tahun 2012

0 komentar
Hari ini Jum’at, 21 Desember tahun 2012 ,Kakak harus mengakui kelemahan diri ini, awalnya Kakak kekeuh mempertahankan keegoisan diri, walau dalam hati ini itulah langkah yang terbaik buat saya untuk mempertahankan strategi atau langkah – langkah yang harus di jalani, tapi nyatanya semakin terbentur dan kandas seperti petinju yang di pukul "KO" oleh lawannya, diam membisu dan tersungkur ke kanfas tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulut ini, Tidak berdaya.....dan diam membisu.... Alhamdulillah berkat Silaturahmi Kakak, menemukan tulisan di bawah ini dan... selanjutnya Silahkan Anda membacanya semoga ada manfaatnya...buat diri ini dan buat sahabat...See You Again...
Haruskah kita malu kepada kelemahan kita? Dalam banyak hal kita selalu berusaha menyembunyikan kelemahan kita dan berlindung dibalik kelebihan kita.
Kita cenderung untuk memamerkan kelebihan dan menutup rapat kelemahan kita agar kita tidak terlihat lemah di mata orang lain.

Kita memang harus memaksimalkan talenta kita, harus terus meningkatkan kapasitas kita sesuai dengan apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Itu betul.

Tapi terkadang kita lupa bahwa semua  itu berasal dari-Nya  lantas kita bermegah berlebihan dan bersikap melebihi batas dengan apa yang kita miliki. Kita menjadi terlena dengan kehebatan kita, dan pada suatu ketika di saat kita dihadapkan pada kelemahan maka kita pun akan hancur berantakan. Fokus kepada apa yang bisa kita lakukan, pada spesialisasi kita masing-masing, itu bagus.

Tapi di sisi lain kita pun harus mengakui dengan jujur bahwa kita bukanlah mahluk yang sempurna. Di satu sisi kita kuat, di sisi lain kita lemah. Itu sangat wajar. Semua manusia pasti punya kelemahan sendiri-sendiri, baik secara fisik, emosi, kemampuan, intelegensia bahkan juga rohani.

Dalam  kehidupan sehari-hari kita terkadang dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang benar-benar kita tidak tahu jawabannya.

Sampai saat ini ada juga yang masih mengira, jika seseorang tidak tahu, lalu ia terus terang mengatakan “saya tidak tahu“, maka sederet stigma negatif akan menempel kepadanya, seperti kurang pengetahuan, bodoh, kuper dll.

Padahal tidak demikian, beberapa ulama seperti Al Mawardi dan Al Munawi menjelaskan, justru merupakan sifat orang alim, jika ia tidak tahu maka ia terus terang. Sebaliknya sifat orang bodoh, ia takut mengatakan kalau dirinya tidak tahu, dan hal itu bukanlah sebuah aib, jika kita jujur mengatakannya.

Beliau menjelaskan:“Kedudukan seorang alim tidak akan jatuh dengan mengatakan “saya tidak tahu“ terhadap hal-hal yang tidak ia ketahui. Ini malah menunjukkan ketinggian kedudukannya, keteguhan dien-nya, takutnya kepada Allah Ta’ala, kesucian hatinya, sempurna pengetahuannya serta kebaikan niatnya. Orang yang lemah dien-nya merasa berat melakukan hal itu. Karena ia takut derajatnya jatuh di depan para hadirin dan tidak takut jatuh dalam pandangan Allah. Ini menunjukkan kebodohan dan keringkihan diennya“. (Faidh Al Qadir, 4/387-388).

Mengakui kelemahan bukan berarti kita harus minder. Tidak sama sekali. Tapi mengakui kelemahan disini bertujuan untuk menjaga diri kita agar tetap berpijak di atas bumi, tetap low profile. Mengakui kelemahan bukan mengarah kepada perasaan rendah diri, tapi lebih kepada rendah hati.

Jika demikian, janganlah kita malu mengatakan terus terang , “saya tidak tahu“, terhadap apa yang tidak kita ketahui. Dan janganlah kita memaksa untuk berbicara tentang hal yang tidak kita ketahui…..

Tambahan sedikit dari
Kakak, Syukur  akan Makmur, Kufur maka akan hancur. syukur berarti memegang kebenaran yang benar adalah benar dan mengikutinya, sedangkan Kufur mengetahui kemungkaran tetapi lemah dan tidak menjauhinya... bahkan mengikutinya dengan alasan ini jalan satu-satunya....padahal banyak jalan menuju kebaikan, salahsatunya

"JANGAN MALU MENGAKUI KELEMAHAN DIRI" Mudah-mudahan Kakak juga bisa Mensyukuri Nikmat yang sebenarnya ada di sekitar Kakak yang selama ini Kakak Khilaf..ya Khilaf yang telah menyakiti hati banyak orang, terutama orang yang terdekat dengan Kakak. Terimakasih teman yang telah mampir ke Blog Kakak ini, jangan sungkan untuk datang lagi ya...dan siapapun Anda tolong ma'afin Kakak ya jika Kakak ada salah terhadap Sahabat....dan do'ain Kakak biar bisa Bersyukur dan menjauhi kekufuran atau kesombongan....tentang kelemahan diri ini....Amiinn"


Info: Sumber Bacaan

Senin, 10 Desember 2012

4 Pola Pikir Orang Sukses

0 komentar
 Kakak Lagi Males Nulis dan mikir, Tapi kebetulan ada sumber tulisan Pola Pikir Orang Sukses yang Kakak Setuju, dan jadi Motivasi buat kakak (BNDIOL = Bisa Nulis Dari Ilmu Orang Lain...hehehe), mudah-mudahan informasi ini baik juga buat rekan untuk di jadikan insfirasi.

Orang sukses punya pola pikir..., atau cara berfikir yang berbeda dengan pola pikir kebanyakan orang yang tidak sukses. Apa saja itu ?

Banyak Buku Biography yang menceritakan tentang bagaimana perjalan hidup, dan karir bisnis dari orang-rang sukses yang ada di dunia ini - dan tentunya semua pola pikir dari orang-orang sukses tersebut dapat dijadikan tolok ukur - dan juga menjadi Inspirasi yang sangat berharga bagi setiap orang lain-nya yang ada di muka bumi ini, agar tentunya, setiap orang lain juga berhak dapat meraih rahasia dari
"kesuksesan" tadi - sebelum action, dalam mencapai sukses tentunya, harus dimulai dari merubah kebiasan konsep pola pikir ( mind set ) yang lama, menjadi lebih baru, dan lebih terbuka dan tanggap terhadap setiap segala hal yang sedang terjadi - dalam memaknai setiap hal, dengan lebih cermat sehingga dapat menumukan solusi baru dalam melangkah mencapai menuju anak tangga kesuksesan tersebut. dan apa saja yag menjadi pola pikir orang sukses..

Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh pola pikirnya. Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah karena nasib, melainkan karena pola pikir dan tindakannya yang berakibat pada keadaan sekarang. Untuk menjadi sukses dan kaya, orang harus berkemauan keras dan berusaha secara konsisten dari waktu ke waktu. Untuk mencapai sukses yang lebih besar, Kita sewajarnya harus meniru cara berpikir dan cara kerja orang sukses, yaitu mulai dengan sukses-sukses kecil setiap waktu dan dilandasi banyak kemampuan yang akan mempermudah jalan menunju sukses dan kaya.

Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir), melainkan suatu proses perjalanan. Setiap keputusan dan tindakan jitu yang Anda lakukan sudah merupakan sukses. Dalam perjalanan hidup sehari-hari, Anda akan banyak mendapatkan sukses-sukses yang terkumpul menjadi sukses besar. Sukses besar tidak dihasilkan hanya dari satu keputusan dan satu tindakan saja, melainkan merupakan akumulasi dari setiap sukses yang Anda peroleh sehari-hari. Dengan demikian, sukses adalah suatu kebiasaaan positif di dalam hidup seseorang.

Kegagalan adalah bagian dari sukses
Orang sukses memandang kegagalan yang dialaminya sebagai bagian dari kesuksesan, sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda. Justru dengan suatu kegagalan yang dialaminya ia akan bertambah pengalaman, aman, dan bertambah matang. Ia bertambah gigih dan berhasil. Sebaliknya, orang gagal akan memandang pengalaman ke gagalnya sebagai suatu "trauma" yang membuatnya menjadi jera dan takut untuk memulai lagi.

Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi
Dalam hidup, orang yang tidak akan pernah lepas dari masalah. Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah yang datang pasti ada peluang dan solusinya. Pola pikir seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan tak mudah menyerah. Sebaliknya, orang gagal akan memandang adanya masalah di setiap solusi yang dibuat. Akibatnya, ia cenderung pesimistis dalam menanggapi setiap peluang,. Ia lebih memilih status quo yang dirasa paling aman baginya. Orang gagal biasanya takut mencoba, dan gagal adalah masalah. Baginya lebih baik berdiam diri daripada mencoba dan gagal lagi gagal lagi.

.

 
Mewujudkan Keluarga yang SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS
Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. Dan tingginya angka perceraian di Indonesia, merupakan tertinggi se-Asia Pasifik. Data tersebut, juga memperlihatkan bahwa 70 persen perceraian itu karena gugat cerai dari pihak istri dengan alasan tertinggi adalah karena KETIDAKHARMONISAN.
Lebih Lengkapnya disini...
CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK
"Dapat uang dari BLOG itu mudah, Asal Anda tahu caranya. Saya Akan tunjukkan kepada Anda sekarang juga...CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK"
Lebih Lengkapnya disini...
Peluang Usaha Modal Kecil
"Bisnis DropShip Dengan Bonus Double plus Bisa Diwariskan Ini benar-benar bisnis impian Anda. Modal kecil cuma 30rb Anda sudah bisa langsung JUALAN mulai detik ini juga. Bisnis dropship plus-plus karena Anda akan mendapatkan bonus berganda, punya potensi PASIVE INCOME* dan bahkan bisa diwariskan. Apa yang Anda harapkan dari sebuah bisnis dropship ada disini. Tidak percaya? ..."
Lebih Lengkapnya disini...

Cange Your Water, Change Your Life

Mewujudkan Keluarga yang SEHAT, SEJAHTERA & HARMONIS
Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. Dan tingginya angka perceraian di Indonesia, merupakan tertinggi se-Asia Pasifik. Data tersebut, juga memperlihatkan bahwa 70 persen perceraian itu karena gugat cerai dari pihak istri dengan alasan tertinggi adalah karena KETIDAKHARMONISAN.
Lebih Lengkapnya disini...
CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK
"Dapat uang dari BLOG itu mudah, Asal Anda tahu caranya. Saya Akan tunjukkan kepada Anda sekarang juga...CARA MUDAH BISNIS ONLINE TANPA STOK"
Lebih Lengkapnya disini...
Peluang Usaha Modal Kecil
"Bisnis DropShip Dengan Bonus Double plus Bisa Diwariskan Ini benar-benar bisnis impian Anda. Modal kecil cuma 30rb Anda sudah bisa langsung JUALAN mulai detik ini juga. Bisnis dropship plus-plus karena Anda akan mendapatkan bonus berganda, punya potensi PASIVE INCOME* dan bahkan bisa diwariskan. Apa yang Anda harapkan dari sebuah bisnis dropship ada disini. Tidak percaya? ..."
Lebih Lengkapnya disini...